Pembentukan Cabang

ATURAN


A. Definisi

Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten adalah kelompok lokal anggota Formulasi di suatu Daerah kota/kabupaten tertentu.

B. Tujuan

Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten bertujuan:
  1. Mewadahi anggota Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten tertentu
  2. Menjadi sarana komunikasi anggota Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten
  3. Menjadi simpul-simpul koordinasi anggota Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten

C. Cakupan

  1. Daerah tingkat 2, yakni kabupaten dan kota (kotamadya)
  2. Perkecualian pada: DKI Jakarta, DI Yogyakarta dan Bali, cakupannya pada Daerah tingkat 1

D. Keanggotaan

Anggota Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten adalah anggota Formulasi berstatus aktif

E. Tata Cara Pembentukan

  1. Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten bisa dibentuk atas usulan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang anggota yang berdomilisi di Daerah kota/kabupaten bersangkutan.
  2. Pembentukan Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten harus disahkan secara tertulis dengan Surat Keputusan oleh Formulasi dan diumumkan secara terbuka melalui media yang dimiliki oleh Formulasi.
  3. Pengajuan pembentukan Formulasi di Daerah Kota / Kabupaten dilakukan secara tertulis atau lewat e-mail yang dikirim ke sekertariat Formulasi
  4. Isi surat atau e-mail permohonan pembentukan Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten adalah: Daerah kerja (nama kota atau nama kabupaten), daftar nama anggota Formulasi pengusul yang dilengkapi dengan nomor ID anggota, dan tanggal pendaftaran

F. Penamaan

  1. Nama Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten dibuat sama dengan nama Daerah tingkat 2
  2. Contoh penamaan: Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten untuk anggota Formulasi yang tinggal di Kota/Kabupaten Surakarta dinamai Formulasi Kota/Kabupaten Surakarta
  3. Penamaan untuk Daerah DKI Jakarta, DI Yogyakarta dan Bali dinamai sesuai dengan nama Daerah tingkat satu, merujuk pada poin 3.b
  4. Dalam hal nama kabupaten dan nama kota merupakan kesamaan, maka kedua Daerah tersebut bisa disatukan dalam 1 (satu) kesatuan Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten
  5. Dalam hal seperti tersebut pada poin 7.d dikehendaki pemisahan, maka Formulasi di kabupaten menggunakan nama ibukota kabupaten,
  6. contoh: Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten untuk anggota yang tinggal di Kabupaten Ungaran dinamai Formulasi Kabupaten Ungaran
  7. Penamaan Formulasi Daerah Kota/Kabupaten harus disahkan secara tertulis oleh Pengurus Propinsi Formulasi

G. Pengurus Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten

  1. Dalam setiap Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten harus ada pengurus lengkap yang terdiri atas minimal : Ketua, Sekretaris, dan Bendahara
  2. Pengurus dipilih secara swadaya oleh anggota Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten dan disetujui oleh Pengurus Propinsi Formulasi.
  3. Pengajuan nama Pengurus Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten dilakukan secara tertulis atau lewat e-mail ke sekretariat Pengurus Formulasi.
  4. Pengurus Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten wajib melaporkan perubahan jumlah anggota Formulasi Daerahnya minimal 3 (tiga) bulan sekali
  5. Masa tugas Pengurus Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten adalah 3 (tiga) tahun dan bisa diperpanjang maksimal hingga 2 (dua) kali masa tugas atau selama-lamanya selama 6 (enam) tahun
  6. Pemilihan Pengurus dilakukan secara swadaya oleh anggota Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten dan hasilnya dimintakan persetujuan kepada Pengurus Propinsi Formulasi

H. Pendaftaran Anggota Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten

  1. Pendaftaran anggota Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten dilakukan dengan mengajukan permohonan dengan mengisi formulir yang telah tersedia kepada Pengurus setempat.
  2. Pengurus Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten akan mengajukan permohonan dengan nama dan identitas lengkap dengan foto kepada Pengurus Propinsi Formulasi.
  3. Pengurus Propinsi akan mencetak Kartu Anggota Formulasi dan kemudian mengirimnya kembali ke Pengurus Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten
  4. Pengurus Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten selanjutnya akan menyerahkan kartu anggota kepada masing-masing anggotanya

I. Administrasi dan Keuangan

  1. Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten akan menarik iuran keanggotaan hanya sekali selama masa keanggotaan berlangsung. Iuran keanggotaan ini akan disetorkan ke Pengurus Propinsi sebagai biaya untuk pembuatan Kartu Anggota dan urusan administrasi lainnya.
  2. Dalam hal Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten hendak melakukan kegiatan, maka Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten bisa mengumpulkan dana dari anggota Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten bersangkutan di bawah pertanggungjawaban Pengurus.
  3. Apabila setelah melakukan kegiatan ada sisa dana maka sisa dana tersebut disimpan oleh Pengurus Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten untuk digunakan pada kegiatan berikutnya
  4. Catatan pengumuman keuangan diumumkan secara terbuka oleh Pengurus Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten kepada anggota Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten dan Pengurus Propinsi Formulasi

J. Perpindahan Anggota Antar- Daerah

  1. Satu orang anggota Formulasi hanya diperkenankan menjadi anggota 1 Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten tertentu saja.
  2. Dalam hal perpindahan domisili, maka anggota Formulasi yang hendak berpindah keanggotaan Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten melakukan prosedur: memberitahukan secara tertulis atau via e-mail kepada Pengurus Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten asal dengan tembusan kepada Pengurus Propinsi Formulasi dan melakukan pendaftaran kepada Formulasidi Daerah Kota/Kabupaten tujuan sesuai poin 8

K. Kegiatan Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten

  1. Mengadakan kegiatan berskala lokal sekurang-kurangnya 1 (satu) kali setiap 1 (satu) bulan, yang bisa berupa: seminar, workshop, pelatihan, riset, expo, dan lain-lain yang bersifat terbuka untuk anggota Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten meskipun tidak berasal dari Daerah tersebut
  2. Mengadakan Seminar berskala Regional sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun, yang perencanaannya sudah harus diberitahukan kepada Pengurus Propinsi Formulasi selambat-lambatnya di
  3. akhir tahun pada tahun sebelumnya
  4. Menjadi penghubung bagi anggota Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten dari Daerah lain yang sedang berkunjung, dengan harapan bisa membantu dan memberikan informasi yang berguna tentang
  5. Daerahnya.

L. Permasalahan Internal Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten

Dalam hal terjadi permasalahan internal di Formulasi Daerah yang berupa permasalahan:
  1. antar-anggota Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten,
  2. antara pengurus, dan/atau
  3. antara anggota Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten dan para pengurus, maka permasalahan tersebut hendaknya diselesaikan secara kekeluargaan internal Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten, dan bisa dibawa ke Pengurus Propinsi Formulasi untuk diselesaikan jika penyelesaian internal tidak bisa ditempuh

M. Evaluasi

Keberadaan Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten akan ditinjau dan dievaluasi setiap tahun yang bertujuan kepada:
  1. pembinaan kepada Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten yang aktif
  2. penutupan atau penonaktifan Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten yang tidak aktif

N. Kerjasama

  1. Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten diperkenankan membuat kerja sama dengan pihak lain sejauh bertujuan mengadakan kegiatan yang membawa dampak positif bagi perkembangan pendidikan dan
  2. anggota Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten di Daerah bersangkutan
  3. Kerjasama antara Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten dengan pihak lain hanya bisa dilakukan atas ijin dan sepengetahuan Pengurus Propinsi Formulasi.
  4. Para pengurus dan/atau anggota Formulasi di Daerah Kota/Kabupaten tidak diperkenankan memanfaatkan nama Formulasi untuk kepentingan pribadi dan/atau merugikan Formulasi.

O. Penggunaan Logo dan Atribut Formulasi

Semua Formulasi Daerah diwajibkan untuk menggunakan logo Formulasi yang sama dengan tambahan nama Daerah Kota/Kabupaten masing-masing. Sebagai contoh : Formulasi Kota Pekalongan akan menggunakan gambar logo yang sama dengan gambar logo yang dipakai Formulasi dan Formulasi Daerah lain kecuali tulisan yang berbeda “Forum Multimedia Edukasi Kota Pekalongan”

0 komentar:

Poskan Komentar